Malang — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Kantor YLDAK Harapan Ummat, Jl. Bantaran IIIA No. 5 Kota Malang, Jumat lalu. Orang tua dari beberapa penjuru Malang—mulai dari Sukun, Joyoagung, Sanan, hingga wilayah lainnya—berkumpul dalam kegiatan Sharing Parenting Intensive yang digelar oleh Pondok Parenting Harum. Tema yang diangkat kali ini begitu relevan dan menggugah: “Berdamai dengan Gen Z.”
Mengenali Siapa Gen Z Sebenarnya

Dalam forum interaktif ini, peserta diajak untuk lebih dalam memahami siapa sebenarnya generasi yang seringkali disebut ‘serba digital’ ini. Gen Z, yakni mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh di tengah percepatan teknologi dan perubahan sosial-budaya yang masif. Mereka adalah generasi pertama yang sejak kecil sudah bersentuhan dengan internet, smartphone, dan berbagai platform media sosial.
Karakteristik mereka pun mencerminkan zamannya—kompetitif, akrab dengan layar, berorientasi pada kecepatan, namun juga rentan terhadap tantangan emosional dan sosial. Banyak orang tua yang menyuarakan keresahan mereka: “Anakku lebih nyaman cerita lewat chat daripada berbicara langsung.” Hal ini menjadi pintu masuk untuk berdiskusi lebih dalam tentang pergeseran cara berpikir dan berperilaku di era digital.
Tantangan dan Efek Sosial
Tak bisa dipungkiri, teknologi membawa dampak positif, namun juga menyisakan pekerjaan rumah besar bagi keluarga. Generasi Z cenderung lebih egosentris, kurang sabar menjalani proses, bahkan mulai terbiasa mencari validasi melalui media sosial. Belum lagi meningkatnya fenomena sexting dan penyimpangan perilaku seksual yang kini makin marak di kalangan remaja.
“Kalau kita sebagai orang tua tidak mau belajar, kita akan semakin tertinggal dalam menjangkau mereka,” ujar salah satu peserta dari wilayah Sanan. Pernyataan ini diamini oleh banyak bunda lain yang hadir, merasa bahwa tantangan membesarkan anak hari ini jauh lebih kompleks daripada generasi sebelumnya.
Pendekatan yang Lebih Empatik
Sesi ini tidak hanya berisi paparan teori, tetapi juga solusi praktis. Para peserta diajak untuk memulai dari hal-hal sederhana namun mendalam: mengenali kondisi anak, memahami kebutuhan dan keinginan mereka, dan membangun komunikasi harian yang hangat.
“Sediakan waktu yang berkualitas. Bukan hanya hadir secara fisik, tapi hadir secara emosional,” ujar Bunda Abyz selaku narasumber. Pentingnya menjadi pendukung, bukan sekadar penuntut, menjadi salah satu pesan kuat dalam sesi ini. Termasuk pula pentingnya memberikan teladan dalam penggunaan teknologi—baik dari segi waktu maupun fungsi.
Keluarga Sebagai Ruang Bertumbuh
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika mengingat kembali pesan dari Umar Ibn Khattab RA:
“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa mengasuh anak bukan soal menyeragamkan perilaku, melainkan membekali mereka untuk mampu menghadapi zamannya sendiri.
Keluarga menjadi ruang tumbuh yang utama, tempat anak-anak belajar mengenali emosi, mengembangkan potensi, dan menyiasati keterbatasan. Maka, peran orang tua tak hanya sebagai pengatur, tapi juga sebagai penyelaras dan penyemangat.
Harapan yang Dibawa Pulang
Di akhir sesi, para peserta tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat baru. “Saya jadi lebih paham bahwa anak saya bukan ‘bermasalah’, tapi sedang mencari bentuk terbaik dari dirinya,” ujar seorang bunda dari Sukun Kota Malang. Kegiatan ini bukan hanya memberi pemahaman, tetapi juga memperkuat solidaritas antar orang tua dalam menghadapi era yang terus berubah.
Pondok Parenting Harum menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi ruang belajar dan bertumbuh bersama bagi para orang tua di Kota Malang. Bahwa dalam proses panjang membersamai anak, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan mendengarkan.
Karena mendampingi anak Gen Z bukan soal mengendalikan, tapi menyelami. Dan perjalanan ini, layaknya proses kehidupan, akan selalu lebih bermakna jika dilakukan bersama.
Catatan:
Kegiatan Sharing Parenting Intensive ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Pondok Parenting Harum setiap bulan, dan akan terus digelar secara berkala dengan berbagai tema relevan dan aplikatif.

