Kolaborasi internasional dalam parenting, seperti yang dilakukan Harum Family Center bersama relawan asing, menjadi ruang belajar lintas budaya yang relevan bagi orang tua Indonesia saat ini.
Di era global seperti sekarang, pengasuhan anak tidak lagi berkembang dalam ruang yang sempit dan lokal. Nilai, praktik, dan pendekatan parenting saling berinteraksi lintas budaya dan negara. Salah satu bentuk pembelajaran lintas budaya yang semakin relevan adalah kolaborasi internasional melalui kehadiran relawan asing dalam program penguatan keluarga dan pengasuhan anak.
Harum Family Center menjadi salah satu contoh lembaga yang pernah berkolaborasi dengan relawan asing. Pengalaman ini bukan sekadar pertukaran tenaga atau kegiatan, tetapi juga pertukaran perspektif tentang bagaimana anak dipahami, dihormati, dan diasuh.
Lalu, apa sebenarnya implikasi kolaborasi internasional ini bagi parenting kita sebagai orang tua Indonesia?
Mengapa Kolaborasi Internasional Penting dalam Dunia Parenting?
Setiap budaya memiliki cara pandang sendiri terhadap anak. Namun, hakikat kebutuhan anak bersifat universal: dicintai, dilindungi, didengar, dan dipenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya.
Relawan asing yang terlibat dalam program pengasuhan biasanya membawa:
- Perspektif berbasis hak anak (child rights-based approach)
- Pengalaman praktik pengasuhan dari negara asalnya
- Pendekatan yang lebih reflektif dan berbasis bukti
Dalam kolaborasi bersama Harum Family Center, kehadiran relawan asing membuka ruang dialog yang sehat: bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik, tetapi untuk belajar, menyaring, dan menyesuaikan.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Relawan Asing?
1. Anak sebagai Subjek, Bukan Objek
Salah satu pembelajaran kuat dari relawan asing adalah cara memandang anak sebagai individu yang memiliki suara. Anak diajak berdiskusi, diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, dan dilibatkan dalam keputusan yang menyangkut dirinya (sesuai usia dan tahap perkembangan).
Dalam konteks parenting kita, ini mengajak orang tua untuk bertanya:
Apakah selama ini anak sudah cukup didengar, atau hanya diminta patuh?
2. Disiplin Tanpa Kekerasan Bukan Sekadar Teori
Relawan asing sering datang dengan pengalaman praktik positive discipline: disiplin yang tegas, konsisten, namun tetap menghormati martabat anak.
Bagi sebagian orang tua, pendekatan ini terasa baru atau bahkan menantang. Namun, melalui praktik langsung bersama Harum Family Center, terlihat bahwa:
- Anak tetap bisa belajar bertanggung jawab
- Tanpa ancaman, bentakan, atau hukuman fisik
Ini menjadi pengingat bahwa ketegasan tidak harus melukai.
3. Orang Tua Juga Perlu Didukung
Dalam banyak diskusi bersama relawan asing, muncul satu benang merah: parenting yang sehat lahir dari orang tua yang juga didukung secara emosional.
Pengasuhan tidak bisa hanya menuntut orang tua untuk sabar dan kuat, tanpa ruang untuk lelah, belajar, dan bertumbuh.
Harum Family Center memetik pembelajaran bahwa:
- Program parenting perlu ramah pada orang tua
- Edukasi harus membangun, bukan menghakimi
Menyaring Nilai: Tidak Semua Harus Ditiru, Tapi Banyak yang Bisa Dipelajari
Penting untuk ditegaskan bahwa kolaborasi internasional bukan berarti menelan mentah-mentah budaya asing.
Nilai lokal, konteks sosial, dan kearifan budaya Indonesia tetap menjadi fondasi utama. Namun, kolaborasi lintas budaya mengajarkan kita untuk:
- Lebih reflektif terhadap kebiasaan lama
- Berani mengevaluasi praktik yang ternyata tidak ramah anak
- Terbuka pada pendekatan baru yang lebih sesuai dengan kepentingan terbaik anak
Inilah proses learning, unlearning, dan relearning dalam parenting.
Dampaknya bagi Parenting di Indonesia
Pengalaman Harum Family Center bekerja bersama relawan asing memberikan dampak nyata, antara lain:
- Meningkatnya kesadaran akan pengasuhan berbasis kepentingan terbaik anak
- Pendekatan edukasi parenting yang lebih dialogis
- Penguatan nilai empati, komunikasi, dan relasi sehat dalam keluarga
Bagi orang tua, ini menjadi undangan untuk terus belajar, bukan merasa sudah selesai.
Parenting adalah Perjalanan, Bukan Perlombaan
Kolaborasi internasional mengingatkan kita bahwa tidak ada satu pun negara atau budaya yang memiliki jawaban sempurna tentang parenting.
Yang ada adalah kesediaan untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan terus menempatkan anak sebagai pusat pengasuhan.
Melalui pengalaman bekerja dengan relawan asing, Harum Family Center menegaskan satu hal penting:
Anak-anak kita berhak diasuh dengan cara yang lebih manusiawi, sadar, dan penuh hormat.
Dan untuk itu, orang tua juga berhak untuk terus belajar, didampingi, dan dikuatkan.
Pondok Parenting Harum percaya bahwa pengasuhan terbaik lahir dari keterbukaan, refleksi, dan kolaborasi. Karena membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama — lintas keluarga, lintas komunitas, bahkan lintas negara.
Ingin belajar lebih jauh tentang disiplin positif, komunikasi empatik, dan pengasuhan ramah anak?
Ikuti Sharing Parenting Intensive di Pondok Parenting Harum yang dirancang untuk mendukung orang tua tanpa menghakimi.

