
Si kecil menjauh ketika akan disuapi, apakah dia sedang GTM? GTM alias gerakan tutup mulut kadang dialami oleh anak-anak. Mereka mogok makan tapi maunya minum susu saja, atau lebih memilih camilan daripada nasi. Padahal jajanan yang dimakan tidak sehat, karena tinggi gula dan lemak.
Bunda stress karena anak gak mau makan? Nanti gizinya bagaimana kalau dia hanya ngemil dan gak mau makan sayur? Tenang dulu Bunda, fase ini akan segera berlalu. Nanti ananda akan lahap makan dan mau menghabiskan nasinya. Ini beberapa tips mengatasi GTM pada anak.
Kenali Penyebabnya
Saat anak GTM, Bunda sebaiknya jaga emosi, karena penyebabnya bermacam-macam. Pertama, cek dulu gigi-geliginya, apakah ada yang mau tumbuh atau sedang fase ganti ke gigi dewasa? Penggantian gigi susu ke gigi dewasa sering membuat gusi terasa nyeri, jadinya anak mogok makan nasi. Coba tawarkan makanan yang empuk, misalnya bubur, sup krim ayam dengan roti, atau puree kentang.
Baca juga: Pengaruh Kepercayaan Orang Tua Terhadap Karakter Anak
Anak-anak kadang cari perhatian ketika mogok makan, jadi yang diperbaiki adalah mood mereka dan kasih sayang yang lebih dicurahkan. Apa Bunda menyuapi tapi sambil mengerjakan yang lain, misalnya mengecek notifikasi HP? Sebaiknya jauhkan gadget, baik untuk Bunda dan anak. Ananda akan merasa senang karena makan sambil diperhatikan.
Bikin Bento Imut
Tips mengatasi GTM pada anak sebenarnya sangat simple: coba buatkan bento alias nasi yang dibentuk menjadi beruang atau bentuk lucu lainnya. Biasanya bento ini untuk bekal, tapi cobalah untuk membuatnya khusus untuk ananda di rumah. Sudah banyak contoh bentuk bento dan tutorialnya di internet. Bunda tinggal meniru dan anak akan tertarik makan, karena di piringnya ada nasi dan lauk yang imut-imut.
Bosan Makan Nasi? Ganti dengan Karbo Lain
Mindset orang Indonesia adalah ketika makan harus makan nasi, padahal sumber karbohodrat tidak melulu nasi, kan? Ketika anak GTM, maka Bunda bisa ganti dengan umbi-umbian. Misalnya menu mashed potato atau french fries untuk sarapan, pancake ubi ungu untuk makan siang, dan kroket singkong isi wortel-ayam untuk makan malam. Anak kenyang, ibu senang.
Jangan Dipaksa Makan
Saat anak mogok makan, jangan pernah dipaksa ya Bunda, karena ia bisa trauma dan malah tak mau mengkonsumsi nasi pada waktu yang lama. Berikut ini tips mengatasi GTM pada anak: ketika ia tidak mau nasi, ya sudah, taruh saja piringnya di meja. Namun sediakan alternatif seperti roti kering atau makanan lain yang mengenyangkan. Ketika lapar ia akan mencomotnya dan tidak menangis lagi
Apakah Perlu Jamu atau Multivitamin?
Saat ini ada banyak multivitamin dan jamu yang diklaim bisa menambah nafsu makan pada anak. Haruskah ia dicekoki jamu pahit agar mau makan? Sebaiknya jangan ya Bunda, karena ia juga bisa trauma. Selain itu, takutnya anak akan malah mengalami obesitas jika terlalu banyak minum cairan penambah nafsu makan.
Baca juga: Pola Komunikasi untuk Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak
Saat anak mogok makan, Bunda tak usah pusing dengan membeli jamu atau memaksanya makan dengan ancaman, karena ia malah akan semakin sulit untuk buka mulut.
Tips mengatasi GTM pada anak sebenarnya mudah saja, ajak anak untuk menikmati makanannya sambil diperhatikan dan jauhkan gadget dari pandangan. Sajikan bento yang bentuknya imut atau umbi-umbian yang dimasak jadi kue yang bergizi dan mengenyangkan. Semoga ananda akhirnya mau makan dan tumbuh sehat ya, Bunda.

