
Apa kabar ayah-bunda? Semoga baik-baik selalu ya ^_^
Selasa sharing kali ini, Bunda Abyz berbagi tentang pengaruh kepercayaan orangtua terhadap karakter anak. Seperti biasa ya, sharing dilakukan di whatsapp grup alumni Sekolah parenting Harum.
Apa sih pengaruh kepercayaan orangtua terhadap karakter anak?
Jika kita tidak percaya pada seseorang, maka kebaikan apa pun yang dilakukan tetap mengundang keraguan dalam diri kita terhadap orang tersebut. Lalu, tanpa disadari, kita cenderung selalu bisa menemukan celah untuk mengkritik dan menyalahkan orang tersebut.
Sebaliknya, jika kita percaya pada seseorang, semua kekeliruan yang dilakukannya adalah titik tolak untuk melakukan perbaikan. Dan, tanpa disadari kita terdorong untuk membenahi dan mengisi kekurangan yang ada.
Nah, prinsipnya pun demikian antara orangtua dan anak. Ketika ayah-bunda belum mempercayai anak, maka hampir semua yang dilakukan mereka bisa menjadi bahan untuk mengkritik. Tanpa ayah-bunda sadari, setiap kritik yang disampaikan membentuk pola pikir pada anak untuk tidak meyakini hampir setiap penjelasan ayah-bunda.
Nah, ketidakpercayaan anak pada orangtuanya pun terbentuk dalam dirinya sehingga sikap yang ditunjukkan cenderung penolakan.
Alhasil…. Setiap kata yang sering kita (sebagai orang tua) ucapkan kepada anak, dimana kita harapkan dapat dilakukan anak, justru membuat anak terdorong melakukan yang sebaliknya.
Bahkan, metode komunikasi efektif pun tidak mempan.
Apa penyebabnya? Yaitu adanya ketidakpercayaan pada masing-masing pihak.
Pola hubungan dalam Menjalankan Usaha
Sekarang coba deh kita lihat pola hubungan dalam menjalankan usaha. Keberhasilan bukan hanya karena kerja keras kita sendiri, pasti ada sebentang jaringan kepercayaan yang dihamparkan oleh banyak pihak kepada kita. Misalnya pelanggan, suplier, penanam modal dan lain sebagainya.
Sedangkan kegagalan seringkali diakibatkan oleh gagalnya meraih kepercayaan pihak lain, bukan?
Namun, satu hal yang menarik adalah kita cenderung bisa mendapat kepercayaan jika kita mau mempercayai pihak lain.
Jadi… Ikhtiar kita untuk menumbuhkan karakter baik pada anak tidak bisa lepas dari kemauan orangtua untuk lebih percaya pada anak. Sungguh, saling percaya antara orang tua dan anak adalah kekuatan yang mampu mengubah karakter menjadi lebih baik.
Demikian selasa sharing dari Bunda Abyz Wigati, S.Psi selaku konselor anak dan keluarga di pondok parenting harum. Nantikan selasa sharing berikutnya ya ayah-bunda ^_^
Salam good parenting untuk Indonesia yang lebih baik – dari keluarga untuk bangsa

